In-House atau Outsource untuk Google Adwords Campaign Anda?

Start-up-or-Bootstrapped-Why-you-need-to-hire-a-digital-marketing-agency-fbGoogle Adwords atau Paid Per Click Marketing adalah salah satu channel marketing favorit saya. Budget yang diperlukan sangat fleksibel dan biayanya relatif sangat murah dibandingkan channel marketing berbayar lainnya. Selain itu, kita baru membayar apabila pengguna mengklik iklan yang kita pasang di Google. Saya sangat menyarankan setiap bisnis mengeksplor kemungkinan menggunakan Google Adwords, terutama untuk bisnis yang cenderung dicari lewat Google.

Apabila Anda sudah mengetahui cara kerja dan manfaat Google Adwords, lalu pertanyaan berikutnya apakah Anda ingin mengerjakan sendiri (In House) kampanye Adwords Anda atau menggunakan agency/freelance (Outsource) untuk kampanye Adwords Anda?

Pertanyaan demikian juga saya miliki di awal saya memulai bisnis saya, dan kemudian ditanyakan kembali oleh seorang teman yang baru ingin memulai bisnisnya sendiri.

Saya sendiri kemudian memutuskan untuk mengerjakan sendiri (In-House) karena saya memang senang belajar hal baru dan menyenangi sifat pekerjaan yang bersifat analitik. Selain itu, alasan lainnya dikarenakan budget dan fee yang dikenakan agency untuk Google Adwords sangat tinggi.

Dari proses saya belajar, kebanyakan materi Google Adwords yang advance dan praktikal semuanya berbayar dan cukup mahal. Selain itu, semuanya dalam bahasa Inggris dan biasanya tidak update lagi karena Google selalu melakukan update peraturan atau interface untuk Google Adwords. Untuk materi gratis atau seminar di Indonesia entah mengapa biasanya selalu hanya membahas dasar-dasar dan gambaran umum saja.

Jadi, kalau Anda tidak suka pekerjaan analitik atau komitmen panjang untuk belajar maka sebaiknya Anda menggunakan agency atau mencari karyawan yang berpengalaman. Solusi lainnya adalah mencari freelance yang kompeten apabila budget Anda terbatas.

Proses pengelolaan Google Adwords sekilas seperti proses kerja satu kali di awal dan kemudian kampanye akan berjalan dengan sendirinya. Kenyataannya Anda harus terus melakukan review dan optimalisasi sbb:

  1. Memastikan keywords Anda masih memunculkan iklan Anda. Berdasarkan relevansi dari landing page, iklan, dan keyword lainnya, Google mungkin menghentikan keywords Anda dari menampilkan iklan.
  2. Menambahkan keyword-keyword baru yang relevan dengan iklan Anda
  3. Menambahkan kata atau frase yang tidak sesuai ke dalam kategori keyword negatif, sehingga tidak menghabiskan budget Anda secara sia-sia.
  4. Menghentikan keyword, ad group, atau iklan yang memiliki performa rendah atau menghabiskan budget yang terlalu besar.
  5. Menulis variasi iklan untuk mengetahui versi iklan yang lebih baik dengan A/B testing.
  6. Optimalisasi target audience untuk ROI yang lebih baik.
  7. Mempelajari dan menerapkan Opportunity yang ditawarkan Google untuk performa kampanye yang lebih baik.
  8. Monitoring dan membandingkan performa kampanye dari waktu ke waktu.
Resiko yang mungkin terjadi apabila Anda/karyawan/agency/freelance tidak menguasai cara kerja Google Adwords:
  1. Pemilihan keyword yang salah dimana Google tidak akan menampilkan iklan Anda dengan keyword yang Anda pilih atau menggunakan keyword dengan jumlah pencarian yang terlalu rendah.
  2. Setting campaign salah, sehingga mengakibatkan kampanye Anda tidak berjalan, iklan Anda tidak muncul atau jarang muncul karena nominal bid yang salah, iklan Anda muncul di lokasi / target audience yang salah / device yang salah, biaya iklan yang sangat tinggi, dan penetapan budget yang salah.
  3. Grouping keyword yang salah sehingga mengakibatkan quality score, CTR (Click Through Rate), dan conversion rate yang rendah. Skor dan rate yang rendah kemudian mengakibatkan tingginya cost yang perlu Anda bayar dan rendahnya posisi iklan Google Anda.
  4. Penulisan iklan yang tidak sesuai dengan aturan Google sehingga mengakibatkan iklan Anda diblokir oleh Google. Ataupun penulisan iklan yang tidak relevan atau tidak menarik sehingga mengakibatkan rendahnya CTR dan tingginya cost yang harus Anda bayar.
  5. Tidak melakukan tracking dan linking dengan Google Analytics.
  6. Tidak melakukan conversion tracking.
  7. Tidak menggunakan fitur yang dimiliki Google secara maksimal seperti Remarketing dan Ads Extension.
  8. Tidak mampu memahami dan mengoptimalkan target audience, baik berdasarkan geografis atau demografis.
  9. Tidak melakukan A/B Testing untuk meningkatkan performa Adwords Anda.
  10. Tidak melakukan review dan penghapusan terhadap keyword yang dobel atau tidak memunculkan iklan.
  11. Tidak memahami dan menerapkan opportunities yang disarankan oleh Google.
  12. Tidak memahami perbedaan dan kapan menggunakan broad match, phrase match, dan exact match.
  13. Tidak tahu keyword yang digunakan visitor dan tidak menambahkan keyword baru untuk Ad Group.
  14. Tidak melakukan review dan penghentian untuk Ad Group/Keyword/Ads/Target Audience yang tidak perform.
  15. Memasukkan URL yang salah atau memasukkan URL yang tidak disesuaikan untuk mobile site friendly.
Untuk pengalaman menggunakan agency juga ternyata tidak menghindarkan Anda dari resiko-resiko di atas. Kenyataannya banyak agency yang memberikan hasil jauh lebih rendah dari yang saya harapkan. Baik mengerjakan in-house atau outsource semuanya kembali kepada performa yang didapat dan budget yang Anda alokasikan. Apabila Anda membutuhkan rekomendasi agency/freelance berkualitas untuk mengelola kampanye Google Adwords Anda, hubungi saya di budiantozh@gmail.com.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s