5 Tahap Launching Website/Produk/Bisnis

launchAnda mungkin telah memiliki website/bisnis/produk baru yang ingin Anda pasarkan. Harapan Anda berikutnya adalah mempersiapkan launching untuk bisnis Anda. Anda berharap mampu menarik dan membangun antisipasi dari prospek target pelanggan ideal Anda.

Zaman sekarang, Anda tidak bisa hanya mengirimkan satu pesan marketing dan berharap prospek Anda kemudian menantikan launching bisnis Anda. Anda harus mengirimkan/mengkomunikasikan rentetan pesan-pesan kepada prospek Anda. Rentetan informasi launching Anda dapat dibagi ke dalam 5 tahap, yaitu: list prospek, pre pre launching, pre launching, launching, dan pasca launching.

Tahap 1: Bangun List / Daftar Prospek

List prospek adalah daftar orang-orang yang mendaftar/subscribe untuk menerima email dari Anda. Umumnya Anda membutuhkan form “opt-in” di website Anda, dimana orang dapat memasukkan alamat email mereka di form untuk mendaftar pada list email Anda.

Tentu saja, Anda harus memberikan alasan bagi orang untuk mau mendaftar. Alasan tersebut mungkin saja menerima newsletter atau update harian atau penawaran spesial harian atau untuk mendapat konten baru. Jangan melakukan spam. Hanya kirim email kepada mereka yang mendaftar.

Selain melalui squeeze page, Anda juga dapat mengirim email kepada semua kenalan Anda untuk menanyakan apakah mereka mau dimasukkan dalam list prospek Anda. Misalnya Anda memberitahu bahwa Anda akan memberikan informasi gratis, kode diskon, voucher, dsb bagi kenalan Anda yang berminat.

Anda juga bisa membangun list prospek Anda dari akun media sosial yang Anda kelola. Berikan manfaat bagi fans dan pengikut Anda. Anda juga mungkin bekerja sama dengan pengusaha lain yang telah memiliki list prospek yang Anda inginkan. Anda dapat memberikan komisi/bagi hasil apabila ada pembelian yang dilakukan prospek dari list mereka.

Bagaimana Membangun List Anda?

  1. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mengetahui dengan lebih jelas siapakah prospek ideal Anda? Tuliskan informasi dan gambaran prospek ideal Anda.
  2. Buat squeeze page dengan opt-in-offer. Squeeze page adalah halaman website simpel yang hanya memberikan 2 pilihan kepada prospek: opt-in dengan alamat email untuk mendapatkan sesuatu secara gratis atau mereka dapat meninggalkan halaman ini. Anda bisa membuat 2 squeeze page dan melakukan split testing untuk menguji page mana yang memiliki tingkat konversi lebih tinggi.
  3. Promosikan squeeze page tersebut melalui Google Adwords, Media Sosial dan saluran marketing lainnya.
  4. Cara lainnya adalah melalui media sosial, dan kerja sama dengan pengusaha lain yang telah memiliki list prospek idaman Anda.

Tahap 2: Pre Pre Launching

Fokus Anda pada tahap ini adalah membangun antisipasi dari prospek-prospek di list Anda. Fase ini juga digunakan untuk mengukur seberapa besar penerimaan pasar terhadap penawaran Anda. Anda juga dapat mempelajari keberatan-keberatan yang dirasakan prospek Anda untuk kemudian memperbaiki/meningkatkan produk akhir Anda.

Tahap 3: Pre Launching

Pada fase ini, Anda memulai dengan membagikan 3 konten pre launching atau lebih yang memiliki nilai/manfaat tinggi bagi prospek Anda dalam periode 5-12 hari. Anda bisa mengirimkan email Anda pada hari 1, 3, 5, dan menerima pesanan di hari ke 7. Atau mengirim di hari 1, 5, 8, dan 10 untuk menerima pesanan.

Format konten bisa dalam bentuk video, audio, laporan pdf, posting blog, teleseminar, software, dll. Cara terbaik untuk berkomunikasi adalah melalui cerita. Garis besar dari cerita yang Anda bagikan adalah mengajarkan prospek Anda adanya kesempatan untuk berubah atau melakukan transformasi.

Kemudian, Anda teruskan dengan ajaran yang solid, dan Anda menunjukkan perubahan atau transformasi yang terjadi. Terakhir, Anda berbicara mengenai produk Anda dan dampak terhadap prospek. Anda melakukan semua itu sambil menjawab semua keberatan dari prospek Anda. Anda juga menggunakan fase ini untuk mengaktifkan pemicu mental seperti:

  1. Otoritas. Jika kita menganggap seseorang sebagai figur yang ahli, maka kita otomatis lebih mudah dipengaruhi orang tersebut.
  2. Timbal balik. Ketika orang lain memberikan sesuatu kepada kita, maka kita merasa wajib untuk memberi kembali.
  3. Kepercayaan. Bangun kepercayaan seiring dengan berjalannya waktu dan interaksi berulang dengan prospek pelanggan Anda.
  4. Antisipasi. Berkaitan erat dengan kelangkaan dan event.
  5. Rasa suka. Lakukan hal yang disukai prospek Anda, seperti jujur, pemberi, murah hati, dan baik hati.
  6. Event dan ritual. 
  7. Komunitas. Jika Anda merasa sebagai bagian dari komunitas, maka kita cenderung bertindak sesuai dengan hal yang kita pikir anggota komunitas kita akan lakukan.
  8. Kelangkaan. Jika kita merasa sesuatu terbatas/langka, maka kita akan merasa hal tersebut lebih berharga.
  9. Bukti sosial. Apabila orang lain melakukan sesuatu seperti membeli atau menulis komen, maka kita akan lebih terpengaruh untuk mengikuti tindakan orang-orang tersebut.

Tahap 4: Launching

Fase ini adalah hari dimana Anda membuka Toko Anda (Open Cart). Biasanya Anda mulai dengan email sbb: “Kami buka, Anda dapat belanja sekarang,” dan berlangsung dalam waktu yang terbatas. Biasanya berlangsung selama 24 jam sd 7 hari.

Tahap 5: Pasca Launching

Fase ini Anda melakukan follow up terhadap prospek yang telah membeli dari Anda maupun kepada prospek yang tidak membeli dari Anda. Kirim beberapa konten lagi kepada prospek yang tidak membeli. Dalam fase ini, anda berusaha memberikan nilai lebih dan membangun brand Anda. Jika Anda melakukan fase ini dengan benar, maka fase ini akan membantu untuk launching produk Anda berikutnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s