Studi Kasus Viral Marketing Campaign Film The Hunger Games

FB_Hunger_Games

Minggu kemarin, film terakhir dari Trilogi The Hunger Games akhirnya tayang di bioskop. Sejak penayangan film pertama hingga film terakhir, The Hunger Games selalu berhasil meraih kesuksesan.

Lionsgate berhasil meraih kesuksesan dalam strategi marketing mereka hanya dengan berbekal 21 orang staf marketing dan budget marketing sebesar $45 juta. Umumnya studio besar lainnya menganggarkan lebih dari $100 juta untuk budget marketing dan lebih dari 100 orang staf untuk kampanye marketing.

Melalui posting ini, mari kita lihat bersama-sama apa saja strategi marketing yang telah dilakukan Lionsgate untuk meraih kesuksesan seperti saat ini:

  1. Misi pertama mereka adalah mulai menjalin koneksi dengan para fans dari novel The Hunger Games melalui Facebook dan Twitter. Mereka memutuskan bahwa informasi penting mengenai pemeran yang terlibat akan disampaikan melalui media sosial. Tim Lionsgate menarik perhatian fans dengan berkala memberikan informasi mengenai casting pemeran, poster official, foto lokasi syuting, tanggal rilis official, dan informasi-informasi lainnya yang dibutuhkan fans. Hingga saat ini, ada lebih dari 22 juta fans yang menyukai Facebook page The Hunger Games.capitoltwtr
  2. Lionsgate juga menggunakan taktik marketing tradisional seperti membagikan 80.000 poster gratis, menargetkan 50 cover story di majalah, memasang iklan di 3.000 billboard dan halte bis, memasang iklan di Super Bowl, membuka stan di event Comiccon, dan mengadakan roadshow ke mall-mall.
  3. Mereka membuat website seperti capitol.pn dimana fans dapat membuat id card digital yang menunjukkan dari distrik Panem mana mereka berasal. Hal ini kemudian diikuti dengan kampanye online beberapa bulan setelahnya dimana fans memiliki kesempatan dipilih menjadi mayor dari masing-masing distrik. Fans juga dimungkinkan untuk membuat logo distrik mereka sendiri di Facebook.District ID
  4. Di bulan Agustus 2011, mereka memberikan trailer singkat selama 1 menit di MTV.com yang semakin meningkatkan penasaran fans terhadap film The Hunger Games. Setiap trailer yang mereka keluarkan selalu menyertakan event marketing baru dan hashtag spesifik yang menyertainya.
  5. Mereka menggunakan berbagai hashtag yang berbeda untuk setiap event marketing, diantaranya seperti:
    • #WhatsMyDistrict untuk kampanye viral dimana fans membentuk komunitas sendiri sesuai dengan distrik yang mereka pilih,
    • #HeadtotheSquare saat mereka meluncurkan tab di Facebook dimana fans dapat dipilih menjadi mayor dari distrik mereka.
    • #HungerGames100 yang menandakan 100 hari menuju penayangan film secara perdana;
    • #HungerGames24, dimana fans dapat merekomendasi kota mereka via tweet sebagai salah satu dari 24 lokasi syuting film The Hunger Games. Dalam waktu kurang dari seminggu, terdapat 100.ooo tweet yang menanggapi event ini.
  6. 100 hari sebelum peluncuran, Lionsgate membuat poster digital yang dipotong menjadi 100 potongan puzzle yang dibagikan ke 100 website yang kemudian mengupload puzzle ini di Twitter. Fans saling berbagi kepingan puzzle untuk menciptakn satu poster utuh.
  7. Di Tumbler, mereka membuat blog Capitol Couture sebagai blog yang membahas keunikan fashion di Capitol. Fashion Capitol yang colorful dan nyentrik diwujudkan dalam wujud yang selama ini hanya dapat dibayangkan oleh pembaca.Tumblr
  8. Di YouTube, mereka meluncurkan Capitol TV yang seolah-olah merupakan siaran resmi di Panem, Channel ini juga menampilkan cuplikan-cuplikan film atau video yang dibuat fans.YouTube-Hunger-Games
  9. Mereka juga membuat versi game The Hunger Games di Apple yang dirilis bersamaan dengan penayangan filmnya.

Semua aktivitas di atas dilakukan untuk menunjang peluncuran film The Hunger Games yang pertama. Semuanya dimulai bahkan sebelumnya filmnya sendiri diproduksi. Melalui social media, tim selalu berkomunikasi untuk mengerti harapan fans dan memberikan informasi-informasi yang dibutuhkan fans.

Danielle DePalma, senior vice president for digital marketing membuat timeline untuk keseluruhan aktivitas marketing dalam spreadsheet (yang dikode dalam 12 warna) yang merincikan aktivitas yang dilakukan dari hari ke hari, bahkan menit ke menit yang akan dilakukan tiap bulannya.

Bandingkan dengan strategi marketing Skyfall yang menghabiskan $100 juta dengan muncul di pembukaan Olimpiade, sinergi dengan iklan Heineken, Visit British campaign, dan Coke Zero Campaign, soundtrack oleh Adele, dan iklan di kereta.

Dari semua aktivitas di atas, aktivitas manakah yang dapat Anda adaptasi untuk program marketing bisnis Anda? Bagaimana Anda membangun sinergi dari kampanye online ke offline dan sebaliknya? Apakah Anda sudah membuat perencanaan dan timeline untuk aktivitas marketing Anda? Bagaimana disiplin implementasi dan pengukuran ROI untuk semua aktivitas marketing Anda?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s